Mahasiswi Indonesia Terpilih Pidato di Harvard viral, Siapa Dia?


BACA JUGA:


BACA JUGA:

Foto Nadhira Nuraini Afifa. Foto: Instagram @nadhiraafifa

Baru-baru  ini tentang seorang wanita Indonesia viral karena terpilih untuk berpidato saat wisuda online digelar oleh Universitas Harvard. Mahasiswi berprestasi itu viral karena dianggap menginspirasi. Siapa dia?

Sosok mahasiswi Universitas Harvard asal Indonesia itu diketahui bernama Nadhira Nuraini Afifa. Nadhira merupakan mahasiswi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang meneruskan pendidikan masternya ke Universitas Harvard.

Pada 28 Mei 2020 kemarin Nadhira menjalani wisuda online 2020 yang diadakan Universitas Harvard. Hijabers 25 tahun itu sukses menyelesaikan kuliah S-2 dari Departement of Global Health and Population, Harvard T. H. Chan School of Public Health. Nadhira meraih gelar Master of Publich Health.

Saat Universitas Harvard menggelar wisuda online, Nadhira terpilih sebagai perwakilan mahasiswa yang berpidato dari jurusannya. Dia lolos seleksi mewakili angkatannya Harvard School of Public Health 2020.

Kepada Wolipop Nadhira pun berbagi kisah mengenai terpilihnya dia sebagai mahasiswi yang berpidato di wisuda online Universitas Harvard. Nadhira mengatakan saat wisuda online itu berlangsung dia ada di Indonesia.

"Akhir Maret itu aku sudah pulang ke Indonesia karena waktu habis spring break itu, sudah mulai heboh pandemi COVID-19 di US. Terus mereka mengarahkan mahasiswa untuk kembali ke negara asal. Sampai nanti ada pengumuman lebih lanjut. Dan semenjak pandemi perkuliahan menjadi online. Wisudanya lewat online pada 28 Mei 2020," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini.

Nadhira Nuraini Afifa saat terpilih menjadi student speaker. Foto: Dok. Instagram @nadhiraafifa

Nadhira pun mengungkapkan saat wisuda, Universitas Harvard memilih sejumlah mahasiswa dari berbagai jurusan untuk menjadi student speaker. Pemilihan student speaker dilakukan bukan berdasarkan IPK, melainkan melalui kompetisi.

"Semuanya yang lulusan tahun ini bisa ikut serta. Saat itu aku sudah di Indonesia dan semua audisinya online, mulai dari submit teksnya, video recording untuk ditampilkan ke jurinya dan juga beneran speech buat di wisudanya," tuturnya.

Untuk mengikuti kompetisi menjadi student speaker di wisuda online ini, Nadhira membuat proposal yang menceritakan kisahnya sebagai satu-satunya mahasiswi asal Indonesia dan berhijab di kampus. "Aku print outnya menceritakan bagaimana aku kesulitan orientasi, menghadapi Islamphobia di US, cerita bagaimana mama mendidik aku tanpa privilege apapun dan membuktikan kalau orang biasa saja bisa masuk Harvard, dan membahas publik health yang dulunya nggak dipandang justru penting ternyata dalam masa seperti ini," cerita Nadhira. (detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel