Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Ini Kata Erick Thohir


BACA JUGA:

Menteri BUMN Erick Thohir ketika menjelaskan konsep PT Sarinah (Persero) dalam wawancara terbatasnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/5/2020). (KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI)

Netizentalk.id - Tagihan listrik yang tiba-tiba naik menjadi ramai diperbincangkan masyarakat akhir-akhir ini. Menteri BUMN Erick Thohir pun buka suara dan meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk meningkatkan layanannya ke masyarakat.

"Kita tidak mau apa yang jadi layanannya tidak prioritas, jangan gara-gara monopoli pelayannya tidak ditingkatkan. Ini bukan era, kamu butuh listrik ya dateng ke sini," ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (12/6/2020) kemarin.

Dalam rangka meningkatkan layanan PLN, Erick Thohir menempatkan satu posisi baru yakni direktur pemasaran.

Ia mengatakan PLN juga harus melakukan inovasi dalam memberikan layanan ke masyarakat, misalnya dengan smart meter hingga smart procurement.

"Isu-isu yang lagi hot yakni tiba-tiba tagihan listrik naik, kan bukan naik, yang tadinya bulanan tapi karena ada COVID-19 jadi tidak tertagihkan, baru ditagihkan pada bulan yang bisa ditagihkan. Padahal itu tagihan berapa bulan dijadikan satu. Kita kan biasa kalau tidak ditagih lupa, pas ditagih marah. Tapi PLN sudah announcement bisa dicicil. Maka itu PLN lakukan inovasi smart meter, distribusi, smart procurement," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir juga mengatakan pihaknya juga meminta PLN untuk mengurangi anggaran belanja modalnya.

"Saya tidak mau capex-nya sampai Rp 100 triliun, saya cut 30-40 persennya, kadang capex jadi proyek. Saya enggak mau ini jadi main proyek. Kalau main proyek, ini nanti kena batunya," katanya. (Antara/Suara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel