PKS Langsung Angkat Bicara Saat Kasus Korupsi Sapi Diungkit Gerindra


BACA JUGA:



NetizenTalk.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) heran dengan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang menyinggung perihal kasus korupsi sapi. Kasus korupsi sapi itu disinggung Habiburokhman saat membahas adanya narasi yang menyebut Prabowo sebagai pengkhianat.

Habiburokhman menyebut narasi itu datang dari 'kaum tertentu' dan 'orang terlalu banyak makan uang haram korupsi sapi'. Namun, Habiburokhman tidak secara gamblang menjelaskan siapa 'kaum tertentu' dan 'orang terlalu banyak makan uang haram korupsi sapi' yang dimaksud.

Untuk diketahui, eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq divonis bersalah dalam kasus korupsi impor daging sapi. Kasus korupsi terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8.000 ton itu terjadi pada 2013.

"Jika ada kritik dan ketidakpuasan dari elemen-elemen bekas pendukung, ya sikapi secara wajar saja. Di negara demokrasi seperti Indonesia, perbedaan sikap politik hal yang wajar. Nggak perlu lebay," kata Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Suhud mengaku PKS tak merasa memiliki masalah dengan Prabowo, bahkan ia menegaskan partainya totalitas dalam berkoalisi dengan Gerindra di momen-momen politik sebelumnya. Suhud mengatakan selama ini PKS juga menghormati keputusan Prabowo yang usai Pilpres 2019 bergabung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan.

"Kami menghormati Pak Prabowo. Kami sudah buktikan totalitas PKS selama kerja sama politik PKS-Gerindra. Kami mengakhiri kerja sama pun dengan baik-baik. Kami menghormati pilihan politik Pak Prabowo pasca-pilpres. Tidak ada masalah," tuturnya.

Suhud berpendapat hal yang terjadi di Pilpres kemarin adalah masa lalu. Suhud menyampaikan masyarakat yang menilai bagaimana perjuangan PKS bersama-sama dengan Gerindra kemarin.

"Kami sudah melupakan apa yang terjadi di Pilpres 2019. Itu bagian dari masa lalu. Kami serahkan kepada masyarakat untuk menilai, terutama yang sudah berjuang bersama-sama selama proses politik berjalan," imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Suhud, Habiburokhman kembali menyinggung perihal kasus impor daging sapi. Habiburokhman pun meminta PKS tak terbawa perasaan atau baper dalam menanggapinya.

Habiburokhman kembali menegaskan pernyataannya tidak menyebut partai tertentu, termasuk PKS. Anggota Komisi III DPR itu menyatakan hanya membela Prabowo, yang kini menjadi Menteri Pertahanan di kabinet Presiden Jokowi, dari fitnah yang diramaikan pihak tertentu di media sosial."Intinya kalau yang nggak ikut makan uang haram korupsi sapi, nggak fitnah Pak Prabowo dan nggak adu domba umat jangan 'baper bin sensi'," ungkap Habiburokhman kepada wartawan.

"Saya nggak pernah sebut partai mana pun. Saya hanya membela diri, ada kelompok yang sistematis fitnah Pak Prabowo dan adu domba umat," tegas Habiburokhman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel