Satpam PDIP Cerita Disuruh Telepon Harun Masiku Oleh 2 Pria Tegap Lalu ...


BACA JUGA:



Netizentalk.id - Anggota Satuan Pengamanan Kantor DPP PDIP Nurhasan mengaku didatangi oleh dua pria tegap tak dikenal pada 8 Januari 2020. Kedua pria itu meminta Nurhasan untuk menelepon seseorang yang belakangan diketahui adalah Harun Masiku.

"Mereka agak tinggi, agak gemuk, dedeg-lah," kata Nurhasan saat bersaksi untuk terdakwa mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan melalui konferensi video dalam sidang kasus suap Komisi Pemilihan Umum, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020.

Wahyu didakwa menerima suap Rp 600 juta dari dua kader PDIP Harun Masiku dan Saeful Bahri. Uang itu diberikan agar Wahyu membantu Harun dipilih menjadi anggota DPR lewat pergantian antarwaktu. Saeful sudah divonis 1 tahun 8 bulan penjara. Sementara Harun masih buron hingga saat ini.

Telepon dari Nurhasan menandai pelarian Harun Masiku dari kejaran KPK. Nurhasan bercerita baru saja pulang dari persiapan Kongres PDIP di Kemayoran, ketika dua orang berbadan tegap itu mendatanginya di pos keamanan di Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat menjelang Maghrib, 8 Januari 2020.

Di saat yang sama, tim penindakan KPK baru saja menangkap Wahyu di Bandara Soekarno-Hatta dan sedang memburu Harun Masiku.

Nurhasan bercerita baru saja mengambil wudu, lalu mengisi ulang daya hapenya di pos keamanan. Tiba-tiba dua orang berbadan tegap itu mendatangi pos keamanan mencari Harun. Nurhasan mengaku sempat menanyakan identitas dan keperluan dua orang tersebut. Tapi, mereka tak menjawab. "Dia kurang bersahabat," ujar Nurhasan.

Menurut Nurhasan kedua orang ini malah masuk ke pos keamanan. Mereka menanyakan apakah mengenal dan memiliki nomor Harun. Nurhasan jawab tidak kenal. Kedua orang tersebut kemudian memasukkan nomor Harun ke ponsel Xiaomi milik Nurhasan dan meminta Nurhasan berbicara dengan Harun di ujung telepon.

Nurhasan mengatakan dua orang ini juga mendikte apa saja yang mesti dia sampaikan kepada Harun. Salah satunya, soal perintah merendam ponsel di air. "Iya Pak, disuruh sama yang dua orang itu Pak. Dua orang itu yang nuntun saya Pak. Pokoknya ikut kata dia Pak," kata Nurhasan.

Lewat telepon itu pula, Nurhasan dan Harun akhirnya membuat rencana untuk segera bertemu di Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat. Nurhasan berangkat memakai sepeda motor. Dua pria tegap tadi mengikutinya dari belakang juga menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di Cut Mutia dekat Hotel Sofyan, Nurhasan menghampiri Harun yang berada di sebuah mobil. Harun memberikan sebuah tas laptop. Nurhasan kemudian menyerahkan tas itu kepada dua orang pria yang tak dikenal tadi. Setelah itu, Nurhasan mengatakan mereka berpisah dan kembali ke pos keamanannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel