Tiba-tiba Tantang Andre Rosiade, Adian Napitupulu: Saya Juga Dengar Banyak Rumor tentang Andre


BACA JUGA:



Netizentalk.id – Politisi PDIP Adian Napitupulu tiba-tiba menantang politisi Partai Gerindra Andre Rosiade untuk membuktikan omonganya.

Hal itu terkait tudingan Andre yang mengaku mendengar rumor bahwa kritik Adian kepada Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dari rumor tersebut, kata Andre, kritik Adian itu didasari penolakan Erick menerima sejumlah orang ‘titipan’ Adian duduk di jajaran direksi dan komisaris BUMN.


Karena itu, anak buah Megawati Soekarnoputri itu menantang Andre untuk membuktikan omongannya itu.

“Itu tuduhan serius. Andre harus buktikan. Jangan komentari rumor,” tegas Adian.

Sebaliknya, Adian balik menyindir anak buah Prabowo Subianto itu.

Adian menyebut, uang rakyat terlalu mahal jika dihabiskan hanya untuk membayar gaji dan tunjangan anggota DPR yang lebih suka mengomentari rumor.

Sebaliknya, tekan Adian, seharusnya Andre memahami fungsi pengawasan DPR terhadap kinerja eksekutif.

“Jangan membicarakan rumor. Saya juga banyak mendengar rumor tentang Andre,” siindirnya.

Akan tetapi, Adian akhirnya memilih tak membeberkan rumor yang dimaksud kepada publik.

“Karena saya tahu fungsi dan tugas anggota DPR, maka saya merasa tidak perlu menyampaikan rumor tentang dirinya (Andre) ke masyarakat umum,” sambungnya.

Sebelumnya, Andre Rosiade mengungkap, dirinya mendengar sebuah rumor.


Disebutkan, bahwa alasan Adian Napitupulu ‘menyerang’ Erick Thohir lantaran Mentri BUMN ini menolak sejumlah nama yang disodorkan.

Nama-nama itu sendiri tidak lain adalah orang-orang dari kelompok Adian sendiri.

Andre juga mengatakan, tidak pas bila Adian membandingkan utang luar negeri BUMN sebesar Rp5.600 triliun dengan utang luar negeri perintah Malaysia yang disebut hanya Rp3.500 triliun.

Menurut Andre, ini tidak apple to apple atau tidak sebanding.

Adapun Adian dalam artikel panjangnya itu menguraikan sejumlah persoalan di tubuh BUMN, termasuk pengucuran dana talangan sebesar Rp152 triliun untuk BUMN.

“Lucunya beberapa BUMN yang dapat dana talangan itu adalah BUMN yang sudah go publik, salah satunya Garuda Indonesia sebesar Rp8,5 triliun,”

“Di Garuda pemerintah punya saham sebesar 60 persen sisanya dimiliki pihak swasta salah satunya 25,6 persen dimiliki Chairul Tanjung,” kata Adian dalam sebagian tulisan panjangnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel