Tengku Zul Heran Jalan Tol Bayar, Ferdinand Hutahaean Bilang Begini


BACA JUGA:

Ferdinand Hutahaean. Foto: 100kpj

Netizentalk.id - Beberapa waktu lalu, cuitan Wakil Sekretaris Jendral atau Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnaen di Twitter sempat menghebohkan publik. Ia bingung, lantaran saat masuk jalan tol, masyarakat masih harus mengeluarkan biaya. Padahal, mereka rutin menyetor uang pajak, termasuk saat membeli kendaraan.

Tengku Zul pun bertanya-tanya: ke mana gerangan uang pajak itu pergi?

“Punya rumah kena pajak. Punya tanah kena pajak. Punya mobil dan motor kena pajak. Ada penghasilan, juga kena pajak,” tulisnya melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Selasa 7 Juli 2020.

“Eh, tapi sekolah bayar, rumah sakit bayar, bikin KTP bayar, paspor bayar, lewat tol juga bayar. Terus pajak (yang kita bayar) untuk apa? Gile lu, Ndro,” tambahnya.

Ia mengaku tak memahami bagaimana konsep mengelola pajak di Indonesia. Sebab sejauh yang ia tahu, meski sudah rutin membayarnya, masih banyak rakyat yang kesusahan. Seakan-akan pemerintah hanya mau menampung dana tersebut dan enggan memutarnya kembali.

“Semua barang dan aset milik rakyat kena pajak, tapi semua keperluan rakyat, bayar sendiri. Ini bayar, itu bayar,” tukasnya.

Cuitan tersebut menuai beragam respon dari warganet. Bukan hanya masyarakat umum, tokoh politik pun turut menanggapi. Salah satunya politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang secara terang-terangan menyebut Tengku Zul minim pengetahuan terkait konsep dasar perpajakan di Indonesia.

“Zul, yang kena pajak itu orang mampu. Mengapa orang mampu dipajak? Supaya orang miskin bisa dibantu,” ujarnya melalui akun Twitter @ferdinandhaean3 dengan mengutip cuitan Tengku Zul.

Lebih jauh, Ferdinand menjelaskan secara rinci mengenai perputaran uang pajak, termasuk yang berkaitan dengan kendaraan pribadi. Bahkan, di akhir kalimat, ia sampai menyebut Tengku Zul kurang pandai.

“Kenapa motor dan mobil dikenai pajak? Supaya ada biaya bikin jalan dan merawat jalan yang dilewati mobil mewahmu. Makanya, cerdas dikitlah!” kata Ferdinand.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel